BNN Ringkus Tiga Pengedar Dengan Barang Bukti 9,9 Kg Ganja

Vimanews-TEGAL-Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap tiga orang pengedar ganja yang berkedok klinik alternatif dengan barang bukti 9,9 Kg Ganja, Rabu pekan lalu.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNN Provinsi Jateng Brigjen Benny Gunawan dalam Konferensi Pers, Senin (24/2/2020) Siang di Kantor BNN Kota Tegal.

Kepala BNN Provinsi Jateng Brigjen Benny Gunawan mengatakan tiga tersangka tersebut berinisial A alias I (43), KD alias H (46), dan W (41). Ketiganya dibekuk di tempat berbeda.

Pengungkapan kasus ini, kata Benny, bermula dari laporan masyarakat yang langsung ditindak lanjuti oleh petugas BNN Kota Tegal.

Dan berhasil menangkap tersangka A alias I di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Kaligangsa, Tegal, pada 19 Februari 2020 pukul 06.20 WIB.

“Setelah diperiksa, A alias I terbukti membawa 10 paket ganja,” kata Benny Gunawan.

Kemudian dilakukan pengembangan, diketahui A memesan barang haram tersebut bersama temannya berinisial KD.

“Pada hari yang sama pukul 09.10 WIB, petugaspun berhasil mengamankan KD di rumah saudaranya di Desa Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal,”terangnya.

Dari keterangan A dan KD, diperoleh informasi ganja tersebut dipesan dan dibeli dari seseorang berinisial W.

Petugas BNN langsung mendatangi rumah W di Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Banyumas. W ditangkap sekitar pukul 11.30 WIB di rumahnya.

“Dari tiga orang ini, kami dapat barang bukti ganja sekitar 10 kg atau tepatnya 9.973 gram,” ungkap Benny.

Peredaran ganja tersebut, menurut Benny, berkedok klinik alternatif.

Para pelaku mengaku sebagai karyawan klinik yang memiliki cabang di berbagai kota dan kabupaten.

“Modusnya berkedok klinik alternatif. Namun sampai saat ini belum ada korban yang melapor tentang penyalahgunaan klinik ini,” jelasnya.

Memang, imbuhnya, kami pernah mendengar di medsos bahwa di luar Indonesia, katanya ganja bisa mengobati penyakit, tapi tetap di Indonesia aturan itu belum berlaku.

“Tetap kami tindak dan proses hukum,” tegas Benny.

Menurut Benny, Kota Tegal merupakan daerah lintasan yang harus diwaspadai. Dari lintasan ini, narkoba disebarkan ke daerah lain karena merupakan kota ramai yang padat tempat hiburan.

Salah seorang pelaku berinisial A berkelit ganja yang dibelinya dipakai untuk pengobatan.

Barang tersebut, katanya, akan dikirim kembali ke seorang pembeli di Jawa Timur.

“Saya memang kerja di klinik, tapi (ganja) tidak untuk pengobatan. Mau dikirim lagi ke Jawa Timur,”ujarnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!