Cuaca Perairan Buruk, Ratusan Nelayan Tradisional Kota Tegal Tidak Melaut

Vimanews-TEGAL-Ratusan nelayan tradisional di Kota Tegal tidak melaut. Karena kondisi cuaca di perairan cukup buruk yang ditandai dengan angin kencang dan gelombang tinggi.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Riswanto menyampaikan saat ini wilayah perairan cuacanya buruk atau sedang angin barat.

“Karena itulah kami meminta agar nelayan jangan dulu melaut. Namun bila terpaksa melaut diimbau agar memperhatikan keselamatan,” kata Riswanto.

Cuaca buruk seperti ini, kata Riswanto berdampak buruk bagi nelayan tradisional yang  merupakan nelayan harian. Sebagian besar nelayan takut melaut mengingat faktor keselamatan mereka.

“Sedangkan bagi mereka yang berani melaut, hasil tangkapannya pun tak sesuai harapan.,” ujar Riswanto.

Saat ini, memurut Riswanto, ada sekitar 250 perahu nelayan tradiisional dari 300 perahu yang takut melaut dan hanya sekitar 50 nelayan yang tetap nekad berjuang mencari penghasilan.

“Karenanya, kami dari HNSI Kota Tegal akan mengusulkan agar pemerintah mengucurkan bantuan beras paceklik,” ujarnya.

Salah seorang nelayan di Kelurahan Muarareja Kecamatan Tegal Barat, Woro (42) mengaku meski cuaca buruk ia tetap melaut.

“Tetap melaut, berangkat pagi sekitar jam 04.00 WIB dan pulang jam 12.00 WIB (pas dhuhur),”jelasnya.

Untuk pendapatan selama cuaca buruk, menurutnya, mengalami penurunan. Kalau pas normal dengan bermodalkan Rp 200.000, ia bisa memdapatkan penghasilan Rp 400.000 kotor, masih dapat untung.

‘Namun, kalau pas cuaca buruk. Hasil pendapatnnya hanya pas pasan saja,” pungkas Woro.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!