Dedy Yon: Warga Boleh Keluar Rumah Untuk Kepentingan Mendesak Tidak Jalan Jalan

Vimanews-TEGAL-Rencana penutupan semua akses jalan di Kota Tegal mulai 30 Maret sampai 30 Juli 2020 telah dipersiapkan Pemerintah Kota Tegal.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, mengatakan Pemkot Tegal akan melakukan ‘Local Lockdown’ atau ‘Isolasi Lokal’.

“Hanya akan ada satu jalur masuk kota Tegal yaitu Jalan Proklamasi yang masih dibuka,” kata Wali Kota, usai melakukan rapat dengan gugus tugas Covid 19 Kota Tegal.

Dedy mengatakan untuk Jalan Nasional dan Provinsi masih tetap dibuka. Hanya jalan japan Kota yang ditutup semua.

Pihaknya, kata Dedy, sudah mempersiapkan sebanyak 200 pembatas beton atau beton movable concrete barrier (MCB).

Masih membutuhkan 300 beton MCB lagi

“Kita sudah persiapkan, beton MCB. Kalau panjangnya 1 meter, kita butuh 500 MCB untuk menutup 49 ruas jalan,” kata Dedy Yon, Sabtu (28/3/2020).

Rencana isolasi lokal, kata Dedy Yon,tersebut hanya diberlakukan untuk warga Kota Tegal.

Hanya jalur di Kota Tegal yang ditutup, tidak untuk jalur provinsi atau jalur nasional.

Dedy Yon mengatakan, ia ingin masyarakat sadar dan tidak keluar rumah seenaknya.

“Kota Tegal telah ditetapkan sebagai zona merah. Ini sudah ada satu warga positif. Saya tidak ingin ada warga lain yang terserang virus corona,” ungkapnya.

Dedy Yon mengimbau, masyarakat tetap berada di rumah selama masa isolasi lokal.

Terkecuali jika ada keperluan atau kepentingan yang mendesak.

Namun, untuk pedagang atau padagang kaki lima (PKL) masih diperbolehkan berjualan dengan syarat.

Syarat pertama pedagang harus melayani jual beli dengan sistem online atau pengiriman.

Opsi lain, pedagang tidak boleh melayani pembeli yang ingin makan di tempat.

Pembeli membungkus dan dimakan di rumah masing- masing.

Pedagang atau rumah makan, tegas Dedy Yon, tidak boleh melayani warga untuk makan di tempat.

“Ya nanti kita ada surat edaran kepada para pedagang dan rumah makan. Ini kondisional. Bukan berarti empat bulan itu harga mati. Kalau memang aman, pembatas atau pemblokiran kita copot,” jelasnya.

Mengenai rencana isolasi lokal, Dedy Yon mengatakan, ia sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Gubernur Ganjar juga sudah mengetahui rencana penutupan akses masuk ke Kota Tegal.

Namun Dedy Yon diminta oleh Ganjar untuk tetap seizin gugus tugas.

Ia juga menjelaskan, Pemerintah Kota Tegal tetap menaati aturan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Nasional.

“Yang jelas Pemerintah Kota Tegal taat dengan aturan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Nasional, dari Gubernur dan Presiden. Kita akan taat.

Kalau istilahnya harus ganti, ya akan kita ganti,”tandasnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!