Dewi Aryani: Akses Pelayanan Kesehatan Rakyat Jangan Dibuat Rumit

Vimanews-TEGAL-Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjangan Dapil Jateng IX DR Dewi Aryani MSi merasa aturan baru sistem rujukan BPJS berjenjang justru mempersulit berbagai pihak, khususnya para pasien.

“Saya melihat langsung di lapangan, bahwa peraturan BPJS yang baru sangat tidak pas untuk kondisi saat ini,” ujar Dewi Aryani, Senin (15/10/18).

Dewi mengatakan pasien apalagi rakyat miskin jangan malah dipersulit aksesnya. Mereka sudah cukup menderita dengan kondisi ekonomi, maka soal pelayanan kesehatan juga jangan menjadi makin rumit.

“Perlu diketahui rumah sakit kelas A adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis luas oleh pemerintah. Rumah sakit kelas A ini menjadi rujukan tertinggi dari pasien BPJS Kesehatan,”terang Dewi.

Sedangkan Rumah sakit kelas B, lanjut Dewi, adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kedokteran medik spesialis luas dan subspesialis terbatas. Rumah sakit kelas C adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran subspesialis terbatas. Sementara kelas D adalah rumah sakit transisi karena pada suatu saat akan ditingkatkan menjadi rumah sakit kelas C.

Pemerintah, menurut Dewi, harus segera melakukan pembatalan dan berharap sebelum aturan ini diberlakukan menyeluruh di kaji mendalam dulu mengingat tidak semua wilayah di Indonesia kondisi dan keberadaan rumah sakitnya sama, belum lagi geografisnya yang beragam.

“Kemudahan akses untuk rakyat harus menjadi pertimbangan utama. Defisit BPJS juga mesti melakukan evalusi internal dari semua sisi tidak bisa main sembarangan bikin aturan tapi merugikan pelayanan kesehatan untuk rakyat,”tegas Dewi.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!