Dua Minggu Jelang Imlek, Pemesanan Kue Keranjang Masih Sepi

Vimanews-TEGAL-Banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta berimbas pada produsen Kue Keranjang khas Imlek di Kota Tegal.

Seperti penuturan Mindayani Wiryono (79) pemilik rumah produksi Kue Keranjang Sido Makmur yang beralamat Jalan Belimbing 84 Kota Tegal, Kamis (8/1/2020).

“Biasanya pelanggannya dari Jakarta sudah memesan Kue Keranjang sekitar sebulan sebelum imlek tapi tahun ini hingga 15 hari jelang Imlek belum ada pesanan dari Jakarta,” ujar Mindayani.

Menurutnya para pelangganan Kue Keranjang dari Jakarta baru saja terkena banjir. Jadi belum berani untuk memesan dalam jumlah besar seperti tahun tahun sebelumnya.

“Mereka bilang habis banjir dan takut kalau banjir lagi nanti tidak bisa terjual, makanya belum pesan ,”cerita Mindayani.

Meski begitu Mindayani tetap memproduksi kue Keranjang seperti tahun tahun kemarin.

“Produksi tetap, 3 Kwintal perharinya. Dan sudah mulai produksi sejak awal Januari,” terangnya.

Untuk bahan baku produksi, kata Mindayani mengalami banyak kenaikan.

“Kalau biasanya tepung ketan perkilo hanya Rp 15.000,- kini perkilo menjadi Rp 20.000,- sedangkan gulanya naik dari tahun lalu hanya Rp 10.500,- sekarang Rp 12.500,-,” bebernya.

Karena kenaikan harga produksi tersebut, Mindayani pun menaikan harga jual Kue Keranjangnya.

“Kue Keranjang Original saat ini dijual Rp 20.000,- perkilo sebelumnya hanya Rp 18.000,- perkilo. Sedangkan yang Kue Keranjang dengan Varian Coklat, Pandan dan Stowberi harganya kini menjadi Rp 21.000,- perkilo naik Rp 1000,- dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!