Dukung Industri Batik Indonesia Pemkot Tegal Terima Penghargaan

Penghargaan Batik copy

Jakarta. Pemerintah Kota Tegal menerima penghargaan dari Yayasan Batik Indonesia (YBI) atas apresiasinya mendukung industri Batik Indonesia melalui kegiatan Hari Batik Nasional,Jumat (2/10/15).

Penghargaan berupa piagam diberikan langsung oleh Ketua YBI Jultin Ginanjar Kartasasmita kepada Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno saat Perayaan Hari Batik Nasional Tahun 2015 di Mesuem Tekstil Indonesia, Petamburan, Jakarta. Hadir Menteri Perindustrian Saleh Husin dan istri. Sementara Ibu Negara, Hj. Iriana Joko Widodo yang direncanakan hadir, berhalangan karena berkunjung ke Solo.

“Penerimaan penghargaan atas nama Pemkot Tegal menunjukkan apresiasi dari Yayasan Batik Indonesia terhadap pengembangan batik Tegal. Untuk kedepan batik Tegal harus menjadi ikon dalam rangka mendukung Hari Batik Nasional,” ungkap Walikota bangga.

Selanjutnya menurut Walikota, Pemkot Tegal akan mengikuti lebih banyak lagi event -event yang berkaitan dengan batik yang mempromosikan batik tegal, baik batiknya maupun usahanya.

Ketua Panitia Perayaan Hari Batik Nasional Ine Hakim Tohir menyebut pemberian piagam penghargaan dari YBI kepada Pemkot Tegal sebagai bentuk apresiasi YBI atas dukungan Pemkot Tegal dalam membantu mendukung kerajinan batik dan pelestarian batik sebagai budaya bangsa.

“Tentunya kami harapkan dapat diikuti oleh Pemkot dan Pemda lainnya sehingga apa yang diupayakan dan sudah dilaksanakan oleh YBI selama ini dalam mendukung program kerja pemerintah dapat didukung oleh semua pihak,” ungkap Ine Hakim Tohir yang juga menyebut Peringatan Hari Batik Tahun keenam ini adalah yang pertama dilaksanakan di Museum Tekstil, dan sekaligus hari ulang tahun kelima Galery Batik yang isinya adalah koleksi batik milik YBI.

Selain pemberian penghargaan kepada Pemkot Tegal, YBI memberikan penghargaan kepada pembatik muda inspiratif  kepada Putri Urfanny N (23) dari Jawa Barat.  Hal tersebut berdasarkan penjurian oleh Tumbu Rahardi Ramelan, Karmenita dan Nita Kenzo. “Penghargaan ini sebagai upaya mendorong generasi muda dalam pelestarian batik,” kata Ine Hakim Tohir.

Menteri Perindustrian RI Saleh Husin dalam sambutannya mengatakan pemerintah terus meningkatkan iklim usaha yang kondusif dan mendorong penggunaan perangkat teknologi yang tepat dan cocok dalam proses produksi batik, bersih dan eko efisiensi yang dipertimbangkan menjadi prioritas untuk diterapkan dalam produksi batik nasional. Husin Saleh menyebut saat ini usaha batik di Indonesia sebanyak 39.000 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja 900 ribu orang dan nilai produksi 39,4 juta US dollar serta total ekspor 4,1 juta US dollar.

“Saya berharap kedepan YBI dan perajin batik dapat terus berkarya untuk menumbuhkembangkan budaya Indonesia dan ikut memberdayakan perekonomian Indonesia,” harap Husin Saleh yang kemudian membuka Peringatan Batik secara simbolis memukul gong yang didampingi Ketua Panitia, dan Ketua YBI.[ita]

.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!