Komunitas POCI Satu Hobby Pencinta Burung Paruh Bengkok

 

Vimanews-TEGAL-Hobi apapun yang dimiliki seseorang sah-sah saja tentunya. Sejauh hobi yang dilakoninya bernilai positif, ataupun bermanfaat. Seperti halnya hobi yang dilakoni mereka yang tergabung dalam Parrots Community Of Tegal atau disingkat Poci. Mereka pecinta burung paruh bengkok, dari mulai burung jenis parkit, love bird, betet, nuri, kakatua, hingga beberapa burung paruh bengkok impor, sun conoure dan falk atau parkit Australia.

 

Minggu (17/9/17) anggota Poci berkumpul di Bahari Water Park. Selain menghibur para pengunjung, mereka juga mensosialisasikan jenis-jenis burung yang dibawanya. Burung paruh bengkok yang dibawa merupakan burung yang sudah jinak, bahkan ada yang sudah diajari suatu ketrampilan atau trik. Seperti death trick atau pura-pura mati tertembak, free fly atau terbang dan kembali lagi.

 

Arif Maulana Parakeet selaku Ketua Parrots Community of Tegal (Poci) mengatakan, Poci terbentuk sejak 6 Desember 2016, didasari karena satu hobi menyukai burung paruh bengkok. Mereka yang tergabung ada dari Tegal, Slawi, Brebes, Pemalang. Untuk pertemuan rutin diadakan setiap seminggu sekali, biasanya di OW PAI, dan beberapa tempat atau spot yang mendukung untuk melatih terbang.

 

Selain menyalurkan hobi, menurut Arif, pihaknya bersama-sama satu hobi ingin belajar untuk mengkonservasikan beberapa jenis burung paruh bengkok yang saat ini jumlahnya semakin sedikit. Ini bisa dibayangkan jika populasinya semakin habis, jelas hanya menjadi cerita, foto atau bahkan gambar saja untuk anak cucu kita kelak.

 

Diungkapkanya, beberapa anggota sudah ada yang mencoba dan belajar untuk menangkar. Seperti Kanaya Bird Farm yang sudah mencoba menangkar beberapa jenis nuri, diharapkan ini bisa membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

 

Hardi, pemilik Kanaya Bird Farm yang juga tergabung dalam Poci mengatakan, memiliki impian mengembangbiakkan jenis nuri. Karena kita tahu populasinya semakin sedikit. Banyaknya perburuan liar, penebangan hutan secara liar dan kebakaran hutan, juga membuat jumlahnya semakin berkurang. Sementara burung nuri sendiri merupakan salah satu satwa asli Indonesia.

 

Hardi menuturkan, untuk mengembangbiakan ini, dirinya kerap sharing dan berkoordinasi dengan BKSDA. Agar apa yang bisa diupayakan ini benar-benar sesuai harapan semua orang, baik dari Pemerintah ataupun penghobi dalam rangka menjaga kelestarian satwa burung paruh bengkok. Dirinya juga berharap, Poci semakin kompak dan solid sebagai wadah komunitas paruh bengkok.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!