Pelanggaran Pemilu 2019 Kota Tegal Di Dominasi Politik Uang

Vimanews-TEGAL-Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sedikitnya ada delapan dugaan pelanggaran Pemiilu di Kota Tegal. Kasus politik uang yang mendominasi jumlah pelanggaran.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Bawaslu Kota Tegal Akbar Kusharyanto saat menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawas Pemilu 2019 dengan Media, di Plaza Hotel, Kamis (26/9/19).

Akbar menjelaskan delapan pelanggaran Pemilu 2019 tersebut terdiri dari lima pelanggaran pidana terkait politik uang, dua kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN dan satu dugaan pelanggaran kode etik pelaksana pemilu.

“Kami berharap, pada Pemilu yang akan datang, masyarakat akan lebih berani untuk melaporkan kepada Bawaslu pelanggaran pelanggaran yang mereka ketahui,”ujarnya.

Terkait masih maraknya politik uang, pihaknya akan membentuk desa atau kampung antipolitik uang dan kampung pengawasan.

“Karena money politik saat ini merupakan penyakit yang tidak bisa dielakkan, kerap dilakukan oleh calon dan masyarakat juga terbiasa dan memanfaatkan momen Pemilu,” bebernya.

Desa atau kampung pengawasan itu nantinya, menurut Akbar, mempunyai karakter masyarakat yang memiliki kesadaran penuh terhadap pemilu yang demokratis.

Terciptanya Pemilu yang demokratis juga tak lepas dari peran media. Sebab, peran media menjadi sangat penting dalam rangka menginformasikan, mengedukasi dan menyampaikan apa saja yang sudah dilakukan Bawaslu.

“Media juga memiliki fungsi pengawasan, netralitas dan kontrol sosial. Untuk itu, lewat rakor ini diharapkan ada sinergitas antara Bawaslu dengan media pada Pemilu yang akan datang,” ucapnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Nurbaeni menambahkan bahwa rakor ini menjadi momen yang sangat penting untuk menyamakan persepsi dan bersinergi antara Bawaslu dengan awak media dalam menyampaikan pemberitaan. Sebab sesuai dengan impian Bawaslu Kota Tegal yakni terbuka dan informatif.

Meski pemilu telah usai, namun kegiatan-kegiatan pasca pemilu sudah dipersiapkan oleh Bawaslu Kota Tegal.

“Kami telah menerbitan buletin atau majalah Bawaslu Kota Tegal, penerbitan buku pengawasan, pengembangan website, sosialisasi kelompok sasaran, sosialisasi melalui gelar budaya dan pembentukan kampung anti money politic dan kampung pengawasan,”terangnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!