Polisi Tangkap Pelajar SMA Pemakai Tembakau Gorilla

Vimanews-TEGAL-Dalam gelaran Operasi Antik 2020, Satuan Narkoba Polres Tegal Kota berhasil mengungkap empat kasus narkoba dengan empat tersangka.

Salah satunya yaitu seorang pelajar sebuah SMA swasta di Kabupaten Brebes, ditangkap Satgas Gakkum Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota pada Senin (17/2/2020) sekitar jam 16.45 WIB.

Tersangka diringkus saat selesai mengambil paket Tembakau Gorila yang diambil di sebuah perusahaan jasa pengiriman barang di Jl Aiptu KS Tubun.

Penangkapan seorang pelajar tersebut berawal ketika pegawai jasa pengiriman barang, tak bisa menemukan alamat penerima paket.

Kemudian pegawainya menelepon dan menghubungi via aplikasi WhatsApp (WA) ke penerima barang untuk mengambil paket ini dikantornya di Jl Aiptu KS Tubun

“Begitu paket diterima, kemudian langsung dilakukan penggeledahan. Ternyata paket ini berisi Tembakau Gorila seberat 6,88 gram,” terang Kasar Res Narkoba Polres Tegal Kota AKP Bambang Margono, didampingi penyidik Aipda Aziz Fahrudin, Senin (9/3/2020) di Mapolres Tegal Kota.

Kasat Narkoba menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari informasi yang dihimpun Satgas Deteksi Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota, ada pelajar yang kerap mengonsumsi Tembakau Gorila.

“Identitas pelajar dimaksud sudah diketahui. Karena itulah, begitu pelajar tersebut masuk wilayah hukum Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota, langsung dibuntuti,” terangnya.

Ternyata, kata Kasat, pelajar yang sudah lama diintai itu, akan mengambil paket yang berisi tembakau terlarang di kantor perusahaan jasa pengiriman barang, yang berlokasi di depan Asrama Polisi R Soeprapto di Jl Aiptu KS Tubun, Kota Tegal.

Saat dimintai keterangan penyidik di kesatuan reserse narkoba itu, pelajar berinisial FL (17), yang beralamat di Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, pesan barang terlarang itu secara online.

Tembakau Gorila itu, menurut Bambang dipesan menggunakan sebuah akun di instagram.

“Barang dipesan dari seseorang di Jakarta, seharga Rp 350.000 perpaket. Kemudian baru dikirim kepenerimanya lewat perusahaan jasa pengiriman barang,” ungkap AKP Bambang Margono.

Bambang mengungkapkan, sebenarnya saat pelajar tersebut duduk di bangku SMP di Bandung, sudah dicurigai mengonsumsi jenis narkoba itu.

“Saat kebiasaan buruknya diketahui orang tuanya, pelajar itu dapat berhenti mengonsumsinya. Tapi begitu pindah sekolah di Brebes, kebiasaan buruk tersebut kembali terulang,” kata Kasat Narkoba.

FL, lanjut Bambang, selain mengonsumsi sendiri narkoba itu, juga diduga menjual ke sejumlah teman-temannya. Informasi dari pihak sekolah, tiga temannya telah lebih dulu dikeluarkan dari sekolah, karena kepergok mengonsumsi pil atau obat daftar G.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!