Polisi Tetapkan Tiga Pelajar Penyebar Hoax Demo PPKM Sebagai Tersangka

Vimanews-TEGAL-Polres Tegal Kota menetapkan tiga pelajar sebagai tersangka penyebaran berita hoaks aksi demo menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Tegal. Kepada ketiga pelaku diupayakan sidang diversi.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo mengungkapkan kasus tersebut bermula dari adanya ratusan anak yang melakukan orasi dan tindakan yang mengganggu ketertiban umum beberapa hari lalu. Polisi kemudian mengamankan 71 anak-anak yang rata-rata masih di bawah umur.

“Setelah diamankan, dilakukan pemeriksaan terhadap handphone milik salah seorang pelajar. Sehingga penyelidikan mengerucut pada tiga nama yang ditetapkan menjadi tersangka,”terang Rita saat press release di Mapolres Tegal Kota, Senin (26/7/21).

Dari hanphone salah satu dari mereka, kata Rita, didapati unggahan hertuliskan “All stars bergerak, dimohon kawan-kawan Tegal, Brebes, Pemalang bisa hadir pada Senin, 19 Juli 2021. Titik kumpul Alun-alun dan titik demo balai kota lawas jam 10.00 WIB, acara tolak PPKM”.

“Hal tersebut mereka lakukan lantaran sebelumnya melihat unggahan rencana aksi unjuk rasa di media sosial. Padahal, senior mereka (mahasiswa) sudah meralat dan menyampaikan kalau aksi diganti audiensi,” ujar AKBP Rita Wulandari Wibowo.

Barang bukti yang ikut diamankan, imbuh Rita, tiga buah HP, capture screen whatsapp grup, dan postingan di media sosial facebook.

Lebih lanjut Rita menyampaikan ketiga pelajar tersebut diancam pasal 14 ayat (2) Undang-undang RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. Dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara.

“Namun karena mereka masih di bawah umur dan ancaman hukuman di bawah tujuh tahun, maka diupayakan diversi hukum. Setelah digelar musyawarah mereka akan dikembalikan ke orang tuanya masing-masing,” pungkas AKBP Rita Wulandari.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!