Walikota : Let’s Do The Best Untuk Kota Tegal

 

IMG_0749

TEGAL. Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno mengajak komunitas The Best Hopeng untuk melakukan terbaik, let’s do the Best, untuk Kota Tegal.

 

“Saya mengajak komunitas The Best Hopeng dimanapun berada, di Tegal maupun sekitarnya dan diluar negeri atau di kota-kota besar, yang punya kecintaan, yang punya kepedulian, mempunyai ikatan batin yang kuat dengan Kota Tegal, let’s do the best untuk Kota Tegal. Karena apapun yang kita perbuat hari ini akan membuahkan untuk our next generation,” pinta Walikota Tegal saat Acara The Best Hopeng dan Locianpwee Gathering di Hotel Karlita International, Minggu (21/2/16).

 

The Best Hopeng adalah sebuah perkumpulan para sahabat asal Tegal dan sekitarnya. Berusia antara 50-60 tahun. Mereka sekarang tinggal di berbagai kota di Indonesia, Australia, Canada dan Amerika Serikat. Sedangkan Locianpwee Gathering adalah pertemuan atau jamuan untuk para orang-orang tua, sebagai wujud bakti dan tanda hormat dari generasi muda di saat Tahun Baru Imlek.

 

Apalagi, sebut Walikota, para anggota The Best Hopeng, dengan legowo dan senang hati akan berinvetasi di Kota Tegal karena slogan Kota Tegal itu adalah kota pro investasi. “Kota Tegal is the small but very potential resources,” tutur Walikota.

 

Sehingga, kata Walikota, apapun sumbangsih pemikiran dari The Best Hopeng, Walikota mengajak hanya fokus kenayaman dan pembangunan Kota Tegal agar semakin maju dan diakui nasional serta internasional. “Saya yakin ibu bapak setuju dengan pemandangan saya ini, sehingga lets do together di bawah wadah The Best Hopeng, and let’s do the best friend and do the best for the people and the nation,” ajak Walikota bersemangat

 

Dalam kesempatan tersebut Walikota juga menyampaikan selama masa kepemimpinannya yang hampir dua tahun, telah banyak yang dilakukan. “Tetapi itu tidak pernah cukup, kita harus terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan negara. Ibu bapak yang mempunyai pengalaman hidup dan jam terbang yang tinggi, mohon beri kamiadvisor, please be our mentor, please give us advisor,” pinta Walikota kepada para orang tua yang hadir memenuhi Aula Karlita International Hotel.

 

Walikota juga mengungkapkan salah satu program Pemkot yang tercapai terkait telah disiapkan lahan seluas 10 hektar oleh Pemkot Tegal untuk menjadi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Terpadu dengan penataan yang lebih baik. “Mudah-mudahan ini menjadi satu pencapaian dan mendapat dukungan dari bapak ibu sekalian,” tutur Walikota.

 

Ketua The Best Hopeng Pusat Budi S. Tanuwibowo saat sambutan memuji Walikota Tegal karena disebutnya Walikota Tegal adalah orang cantik. “Kita bangga punya walikota yang cerdas muda dan cantik dan menyandang nama yang kuat Soeparno. Saya ingat ketika masih mahasiswa ada seorang Direktur Garuda, yang  bernama Soeparno, itu ayah beliau. Dan menjadi Direktur Garuda waktu itu bukan seperti sesudahnya, mudah, tetapi melewati screening yang sangat dalam. Dan mudah-mudahan dibawah kepimpinan Walikota Hj. Siti Masitha Soeparno Kota Tegal menjadi kota yang moncer dan laka-laka,” tutur Budi dengan semangat.

 

Dalam sambutannya, Budi menukil nasihat orang bijak. Dikatakannya kalau ingin memerintah dunia katanya, harus memerintah dulu negara dengan baik, kalau mau memerintah dengan baik, memerintah masyarakat dengan baik, kalau mau memerintah masyarakat dengan baik harus bisa dulu memerintah keluarga dengan baik. Keluarga disini tentu harus ada suami atau istri dan anak dan orang tua termasuk mertua.

 

“Kalau ingin memimpin keluarga dengan baik, memimpin diri sendiri dengan baik. Dan inilah keteladanan dari seorang pemimpin yang harus diterapkan oleh siapapun yang akan memimpin. Dan sebagai seorang pemimpin harus memperhatikan sungguh-sungguh siapapun orangnya yang dipimpin, apakah itu orang tua, remaja, kaya miskin dan papa harus diperhatikan. Jadi atas nama The Best Hopeng, komunitas yang bukan apa-apa, bukan sebuah organisasi besar, hanya teman-teman sepermainan, Walikota bisa hadir, saya ucapkan terima kasih,” ungkap Budi gembira.

 

Budi berharap, mudah-mudahan kegiatan yang sangat sederhana itu bisa menginspirasi orang-orang lain di Tegal atupun dimana saja untuk mengormati siapapun yang patut dihormati.

 

“Kalau ada umur panjang dan diberi rejeki, kita akan mengadakan acara seperti ini yang lebih besar bukan hanya komunitas orang tua tionghoa saja, termasuk komunitas orang-orang tua lain termasuk komunitas agama apapun yang ada di bumi Tegal. Ini mudah-mudahan merekatkan kebangsaan kita semakin kuat sehingga Indonesia tidak menjadi cemoohan negara lain,” sebutnya.

 

Sementara Lie Ing Liong atau yang diakrab disapa Gyong Gyong, Ketua Panitia mengungkapkan  The Best Hopeng merupakan kumpulan alumni sekolah SMP 5 Tegal yang kemudian berkembang dari Tegal, di Jakarta, Surabaya dan sekitarnya menjadi alumni Wong Tegal dimana-mana. Bahkan dari luar negeri seperti Australia, Kanada dan Amerika. “Walupun kami belum banyak 200-500 orang tetapi mudah-mudahan the best hopeng bisa berkembang lagi,” harapnya.

 

Kegiatan yang pernah dilaksanakan The Best Hopeng, yakni mengundang anak-anak SMA se-Kota Tegal untuk diberi gemblengan dan motivasi apa yang akan dilakukan setelah lulus SMA. “Kami mendorong mereka untuk menjadi wiraswasta bukan pegawai,” ungkap Gyong Gyong.

 

Menurut Gyong Gyong, tahun ini bhakti sosial yang dilaksanakan pertama di Jakarta dengan berbagi suka kepada Panti Jompo dan melaksanakan Locianpwee. Karena selama ini disebutnya, sedikit penghargaan kepada orang tua. Anak muda yang berusia diatas 50 sampai 60 tahun ingin  juga berbagi cinta, kasih sayang dengan para orang tua.” Mudah-mudahan menggerakkan anak muda agar tetap cinta kepada orang tuanya. Karena katanya ada kata-kata kalau tidak mencintai orang tua itu durhaka,” ungkapnya

 

Selain itu, kegiatan lainnya yaitu anjangsana ke Panti Jompo Sukomulyo dan kehadiran Walikota Tegal di acara The Best Hopeng dapat memberikan spirite bagi The Best Hopeng untuk berbuat lebih banyak bagi bangsa dan negara.

 

“Terima kasih kepada Walikota Tegal yang berkenan hadir, dan tetap lah orang tua yang hadir pada hari ini mudah-mudahan berkenan. Begitu solid menyambut orang tua orang tua semuanya, bagaimanapun juga kita sebagai anak muda kita harus melayani orang tua kita semua,” tuturnya.

 

Dalam acara tersebut juga ditampilkan Mr. Tan Mei Jing Master Olhu Solo, Lam Kuan Boen Hiang Tong dari Rasa Dharma Semarang dan penampilan Chinese Tradisional Light Orchestra. Walikota dalam kesempatan itu menyumbangkan lagu Mlaku-Mlaku neng Tunjungan dan Tanah Airku. Selain itu hadir juga Chan Sun Mei (67) dari  Guangzu China dan Wang Cun Yi (67) dari Hongkong.

 

Dalam kesempatan itu, Gyong Gyong memberikan seikat bunga kepada Walikota Tegal sebagai tanda cinta dan kasih sayang. Demikian juga Budi S. Tanuwiboo menyerahkan bunga kepada orang tua yang bernama Setiawan Bunjamin (72) seorang pedagang Mie dan Wakil The Best Hopeng memberikan seuntai bunga kepada Liem Hong Kwee (78) seorang pengusaha angkutan truk.

 

 

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!