Brebes Darurat Sampah, Produksi Mencapai 150 Ton Per Hari

Vimanews-BREBES – Kabupaten Brebes kini menjadi daerah dengan darurat sampah. Pasalnya, untuk saat ini jumlah produksi sampah di kota bawang ini mencapai 150 ton tiap harinya.

Tingginya produksi sampah ini diakui oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes Drs Budhi Darmawan,MSi ditemui saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 yang dipusatkan di Desa Kaligangsa Wetan, Kecamatan Brebes, Jumat (5/3/21).

“Bisa kita bayangkan kalau dikalikan dalam setahun akan banyak sampah. Ini menjadikan darurat sampah skala nasional termasuk Kabupaten Brebes,” ucapnya.

Dadang, demikian panggilan akrabnya, menyebut, penanganan darurat sampah bisa diawali dengan kesadaran masyarakat. Sampah dari rumah tangga sampai ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) merupakan kewajiban masyarakat, sedangkan dari TPS ke TPA kewajiban Pemkab.

“Kami membina BUMDesa dan Bank Sampah agar masyarakat secara mandiri bisa mengolah sampah dengan baik. Sampah rumah tangga dipilah mana yang produktif dan residu, kalau yang produktif bisa dimanfaatkan dan didaur ulang dan residu dibuang,”jelasnya.

Dia berharap melalui peringatan HPSN ini bisa menciptakan masyarakat tertib sampah. Dia juga berharap unit pengelolaan sampah di desa dapat membantu Pemkab melalui inovasi BUMDesa dan Bank Sampah.

Di lokasi yang sama, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE,MH saat bersih-bersih sampah di bantaran Sungai Kaligangsa Wetan meminta melalui kegiatan tersebut bisa menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sehingga ke depan tidak ada lagi sampah yang berserakan.

“Untuk pengelolaan sampah, kami mendorong agar tertata dengan baik. Selain dari APBD juga melalui Dana Desa dapat digunakan untuk pembiayaan usaha pengelolaan dan pengolahan sampah setiap desa,” terangnya.

Idza juga mengimbau, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes kepada camat maupun kepala desa untuk melakukan sosialisasi tentang sampah di tingkat rumah tangga, dengan melakukan pemilahan sampah organik dan non organik, dan bisa memanfaatkan sampah tersebut menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat. (Harviyanto)

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!