OJK Tegal Minta Masyarakat Waspadai Pinjol Dan Investasi Ilegal

Vimanews-TEGAL-Ditengah pandemi yang masih membayangi masyarakat, ditemukan maraknya penawaran pinjol ilegal yang melakukan kegiatan usaha tanpa seizin OJK dan merugikan masyarakat sampai kedaerah 3T (Tertinggal, Terpencil dan Terluar).

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Tegal, Ludy Arlianto, sesaat usai mengikuti Forum Group Discussion Satgas Waspada Investasi (SWI) digelar secara virtual, Kamis (12/8/21)

Untuk itu, OJK dan anggota SWI yang lain diharapkan dapat terus meningkatkan perannya baik dalam melakukan edukasi kepada masyarakat maupun merespon informasi dugaan investasi dan pinjaman online illegal di daerah.

Di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan sendiri, sejak bulan Januari s.d. Agustus 2021 telah terdapat 59 permasalahan pinjol dan investasi ilegal yang dikonsultasikan melalui WhatsApp dan telepon Layanan Konsumen OJK Tegal.

Ludy mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak mudah tergiur oleh iming-iming imbal hasil tinggi.

“Saat ini banyak penawaran investasi ilegal terutama melalui media sosial. Sebelum berinvestasi, perhatikan 2 L, Legal dan Logis.,” tandas Ludy.

Menurutnya, cek legalitas investasi yang ditawarkan, apakah perusahaan tempat berinvestasi memiliki izin dari otoritas yang berwenang seperti OJK untuk perbankan, industri keuangan non bank, dan pasar modal; Kementerian atau Dinas Koperasi untuk Koperasi; Bappebti untuk investasi di bidang komoditi berjangka.

“Sedangkan logis artinya imbal hasil yang ditawarkan sesuai dengan logika dan berdasarkan data riil yang ada,” jelasnya.

Masyarakat dapat berkonsultasi terkait legalitas pinjol maupun investasi ilegal melalui Kontak OJK 157 di nomor telepon 021-157, Whatsapp 081-157-157-157, dan email [email protected]

Sedang untuk masyarakat di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan dapat bekonsultasi melalui WhatsApp Layanan Konsumen OJK Tegal di nomor 0813-5353-9255.

Apabila terdapat dugaan pinjol atau investasi ilegal dapat disampaikan kepada Tim Satgas Waspada Investasi melalui email [email protected]

Sementara itu dalam Forum Group Discussion Satgas Waspada Investasi (SWI) digelar secara virtual Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa menyatakan bahwa SWI Provinsi Jawa Tengah sepakat meningkatkan upaya pemberantasan investasi dan pinjaman online ilegal untuk melindungi masyarakat.

Berbagai pogram pencegahan dan penanganan investasi illegal di Jawa Tengah dan DIY telah dilakukan diantaranya koordinasi antara anggota SWI dan melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat, penegak hukum, pemerintah daerah, akademisi, dan kelompok/asosiasi masyarakat serta melakukan penindakan hukum.

“Kegiatan edukasi kami rasa sangat penting mengingat berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019, tingkat literasi keuangan yang merupakan indeks level pengetahuan masyarakat terhadap jenis produk keuangan di Jawa Tengah tergolong masih rendah yakni sebesar 47,38%, “kata Aman.

Namun ini sudah lebih tinggi dibandingkan dari Indeks Literasi Nasional sebesar 38,03%. Hal ini mencerminkan masih perlunya edukasi kepada masyarakat tentang produk keuangan, khususnya produk investasi keuangan yang legal.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!