Tiga Tersangka Pemalsu Pupuk dan Pestisida Palsu Diancam 7 Tahun Penjara

Vimanews-BREBES – Tiga orang tersangka pemalsuan pupuk dan pestisida terancam hukuman tujuh tahun penjara. Mereka masing-masing Lesmana, Subur Priyatna warga Kecamatan Kersana dan Syaefudin asal Kecamatan Banjarharjo.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 123 Jo Pasal 77 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budidaya Pertanian.

Serta Pasal 62 (1) Jo Pasal 8 (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 100 (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto dalam keterangan persnya Jumat (26/2/2021) menyebut, tersangka ditangkap saat tengah membawa produk pupuk dan pestisida palsu yang akan dipasarkan di wilayah Brebes pada Selasa (23/2/21) di dua tempat yang berbeda.

Dari dua tersangka yakni Lesmana dan Subur Priyatna didapati barang bukti berupa 270 botol obat pertanian merek ATONIK kemasan 500 ml, 40 kota pestisida jenis fungisida merek DACONIL 500 gram, 1 unit mobil Xenia, 3 plastik besar untuk membuat pestisida palsu, 1 mesin pres, 1 timbangan dan 1 kardus stiker label kemasan berbagai merek.

“Untuk dua pelaku ini ditangkap di Desa Cigedog Kecamatan Kersana,” terang Kapolres. Sedang satu tersangka bernama Saefudin ditangkap di Desa Banjarharjo, Kecamatan Banjarharjo pada Sabtu (20/2/2021).

Dari tangan tersangka ini didapat beberapa barang bukti, diantaranya peralatan dan perlengkapan untuk membuat pestisida palsu, botol bekas pestisida berbagai merek, tutup botol, segel/ring tutup botol, cairan kimia, bahan bubuk, stiker/laber kemasan, plastik kemasan dan produk pestisida palsu siap edar.

Kapolres menyebut, akibat peredaran pupuk dan pestisida palsu tersebut banyak petani yang dirugikan. (HR-V)

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

error: Content is protected !!